GALHARCHIVE
Back to archive
ReflectionJune 26, 2026·1 min read

Malam yang Hening

Refleksi tentang perjalanan yang sunyi, keteguhan hati, dan keikhlasan dalam melangkah menuju tujuan.

Malam yang Hening

Tanggal ditulis: 26 Juni 2026

Baikan malam yang menemani setiap langkah tuk pulang,
Rasa sepi mengiringi di gelap nan sunyi.

Tiada satupun yang peduli,
Hujan rintih mengiringi,
Hembusan angin yang menghampiri.

Hati yang kuat adalah pegangan yang erat,
Jiwa yang bertahan mampu melewati segala halangan.

Rasa ikhlas yang luas,
adalah harapan di setiap pencapaian.


Catatan

Tidak semua perjalanan akan dipenuhi tepuk tangan atau ditemani banyak orang. Ada saat di mana langkah terasa sunyi, hanya ditemani malam, hujan, dan pikiran sendiri.

Refleksi ini bukan tentang menyerah pada kesepian, melainkan menerima bahwa setiap perjalanan memiliki fase yang harus dilalui seorang diri. Justru pada ruang yang hening itulah keteguhan, kesabaran, dan keikhlasan perlahan terbentuk.

Pada akhirnya, yang membuat seseorang terus melangkah bukanlah seberapa banyak orang yang melihat perjuangannya, tetapi seberapa kuat hati yang ia pegang, serta seberapa ikhlas ia menerima setiap proses menuju tujuan.


© GalhArchive