Hipotesis Tentang Sunyi
Sebuah perenungan tentang malam, kesunyian, dan bagaimana keberadaan dapat mengubah makna tanpa pernah meminta untuk dipahami.
Hipotesis Tentang Sunyi
Tanggal ditulis: 18 Juli 2026
Konon, gelap diciptakan agar cahaya memiliki alasan.
Namun, tak ada yang pernah bertanya,
untuk apa kesunyian diciptakan.
Barangkali, agar keberadaan dapat dikenali tanpa perlu memperkenalkan diri.
Atau mungkin,
agar seseorang menyadari
bahwa ada hal-hal yang tak pernah datang,
namun perlahan mengubah seluruh definisi tentang menunggu.
Sejak malam itu,
aku berhenti menghitung bintang.
Bukan karena langit kehilangan cahayanya,
melainkan karena aku menyadari,
semesta tak pernah bertambah.
Yang berubah hanyalah cara mata mempelajari keberadaan.
Dan mungkin,
malam tidak pernah kehilangan sunyinya.
Kitalah yang terlambat memahami,
bahwa ada kehadiran yang tak memecah diam,
namun sanggup mengubah makna dari seluruh kesunyian.
Catatan
Barangkali kesunyian bukanlah lawan dari kehadiran. Keduanya dapat berdampingan tanpa saling meniadakan. Ada keberadaan yang tidak meminta perhatian, tidak mengubah bentuk malam, bahkan tidak mengurangi gelapnya. Namun, ia perlahan menggeser cara seseorang memaknai dunia yang sama.
Mungkin, yang berubah bukanlah semesta, melainkan cara manusia memandangnya.
© GalhArchive