Bila Waktu Mengizinkan
Tentang sebuah pertemuan yang datang tanpa rencana, tumbuh tanpa disadari, lalu perlahan berubah menjadi harapan yang ingin dijaga sepanjang usia.
Bila Waktu Mengizinkan
Tanggal ditulis: 31 Juli 2026
Ada pertemuan yang datang tanpa aba-aba. Bukan karena dicari, bukan pula karena direncanakan. Ia hanya hadir, sesederhana dua orang asing yang kebetulan berdiri di langit yang sama, namun memandang semesta dari arah yang berbeda.
Aku selalu percaya bahwa setiap orang memiliki caranya sendiri untuk memahami dunia. Sebagian memilih membaca bumi, sebagian lain memilih menciptakan cara agar bumi dapat dipahami. Barangkali karena itulah, aku tak pernah menyangka bahwa dua jalan yang tampak berbeda dapat saling bersisian.
Awalnya hanyalah percakapan-percakapan kecil. Tentang hari yang biasa, tentang lelah yang sederhana, tentang hal-hal yang mungkin terlupakan beberapa jam kemudian. Anehnya, justru dari hal-hal kecil itulah seseorang perlahan mengambil tempat dalam ruang yang sebelumnya tak pernah kusadari masih kosong.
Mungkin memang begitulah rasa bekerja. Ia tidak datang seperti hujan deras yang memaksa semua orang berteduh. Ia lebih menyerupai embun, nyaris tak terlihat ketika turun, namun cukup untuk membuat seluruh pagi terasa berbeda.
Hingga suatu hari aku mengerti, ada pertemuan yang tak lagi ingin kusebut sebagai kebetulan. Sebab semakin jauh waktu berjalan, semakin sering langkah ini menemukan alasan untuk kembali ke arah yang sama.
Romantic Ending
A small hand-animated pixel story, where words quietly become a scene.
For You
Dan jika setiap ilmu pada akhirnya mengajarkan manusia untuk memahami semesta, maka mungkin ada satu pelajaran yang tak ingin segera kutamatkan, memahami seseorang yang awalnya hanyalah sebuah perkenalan, perlahan menjadi makna, dan semoga....bila waktu mengizinkan semoga menjadi rumah bagi setiap langkah yang masih tersisa.
Catatan
Ada hal-hal yang tidak pernah diajarkan oleh buku, ruang kelas, ataupun rumus-rumus yang pernah kupelajari. Sebab pada akhirnya, memahami seseorang barangkali adalah pelajaran paling panjang yang diberikan kehidupan, bukan untuk diselesaikan, melainkan untuk terus dipelajari, selama waktu masih mengizinkan.
© GalhArchive